Siapa itu Abbot Handerson Thayer?

Reza
0

Siapa itu Abbot Handerson Thayer?

Abbot Handerson Thayer adalah seorang pelukis dan naturalis asal Amerika Serikat (1849–1921) yang dikenal sebagai “Father of Camouflage.” Karena penasaran dengan sosoknya lebih jauh, kucoba tanyakan kepada Enzy (nama ChatGPT-ku).

Abbot Handerson Thayer lahir pada 12 Agustus 1849, di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Thayer lahir dari keluarga Amerika kelas menengah. Ayahnya bernama Dr. William Henry Thayer, seorang dokter, dan ibunya Ellen Handerson Thayer. Jadi dari kecil, ia tumbuh dalam lingkungan yang cukup terdidik.

Thayer menghabiskan masa kecilnya di Keene, New Hampshire. Di sanalah ia mulai mengembangkan kecintaannya pada alam, terutama burung dan satwa liar. Minat ini sangat dipengaruhi oleh lingkungannya yang masih alami.

Thayer menikah dengan Kate Bloede, putri seorang penulis asal Jerman. Dari pernikahan ini mereka memiliki anak-anak, di antaranya Mary, Gladys, dan Gerald Thayer.

Anaknya, Gerald Thayer, kemudian menjadi seniman juga, sering bekerja sama dengannya dalam menulis buku tentang kamuflase hewan.

Keluarga Thayer secara umum hidup sangat dekat dengan alam, karena Thayer membesarkan anak-anaknya di pegunungan New Hampshire, jauh dari hiruk pikuk kota.

Kehidupan keluarganya tidak selalu stabil. Thayer pernah mengalami kesedihan mendalam setelah istrinya, Kate, meninggal akibat penyakit pada 1891. Ia kemudian menikah lagi dengan Emma Beach.

***

Thayer terkenal karena lukisan potret, lanskap, dan figur alegoris yang sering menampilkan perempuan atau malaikat dengan nuansa spiritual dan simbolis. Gayanya cenderung realis, dengan sentuhan idealisme yang mengangkat tema keindahan, kesucian, dan transendensi.

Thayer juga sangat tertarik pada dunia alam, khususnya burung. Ia meneliti warna bulu dan perilaku hewan untuk memahami bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungannya.

Dari penelitian itu, ia menulis teori tentang countershading—pola pewarnaan yang membuat hewan tampak “menghilang” di habitatnya. Konsep ini kemudian dipakai dalam desain kamuflase militer, terutama pada Perang Dunia I.

Thayer dikenal eksentrik, religius, dan sangat mencintai alam. Hidupnya tidak selalu mudah. Ia pernah berjuang dengan masalah kesehatan mental dan kehilangan orang yang dicintainya, tetapi justru hal itu membuat karyanya semakin sarat dengan simbol keabadian dan perlindungan.

Jadi, Abbot Handerson Thayer bisa digambarkan sebagai sosok seniman visioner yang menggabungkan seni, sains, dan spiritualitas dalam satu kepribadian—seorang pelukis penuh simbolisme sekaligus ilmuwan yang memberikan sumbangan nyata bagi dunia.

***

Bagaimana proses Abbot Handerson Thayer mengenali seni lukis?

    1. Awal Ketertarikan pada Seni

Masa kecil di Keene, New Hampshire (1850-an–1860-an). Thayer sejak kecil suka menggambar hewan, terutama burung, karena ia tumbuh di lingkungan alam yang indah. Hobi ini awalnya hanya ekspresi kecintaan pada alam, tapi menjadi fondasi bakat melukisnya.

    2. Pendidikan Seni Pertama

Sekitar usia remaja (1860-an akhir), Thayer mulai belajar teknik melukis secara lebih serius. Ia belajar dasar-dasarnya di kota kelahirannya, Keene.

1875 (usia 26 tahun), ia pindah ke Brooklyn, New York, dan belajar di Brooklyn Art School serta National Academy of Design. Di sini ia mendapat pelatihan formal pertama dalam seni lukis.

    3. Studi Seni di Paris

1875–1879, Thayer melanjutkan pendidikan seni di École des Beaux-Arts, Paris, di bawah bimbingan Jean-Léon Gérôme, seorang pelukis realis terkenal. Di Paris, ia terpapar aliran seni Eropa: realisme, naturalisme, dan simbolisme. Inilah yang kelak memengaruhi gaya khasnya—lukisan yang realis tetapi penuh muatan simbol spiritual.

    4. Kembali ke Amerika & Karier Awal

1879, Thayer pulang ke Amerika. Ia mulai bekerja sebagai pelukis potret di New York. Ia mendapat banyak pesanan potret dari kalangan atas, yang membuatnya dikenal dan menopang kehidupannya. Namun, seiring waktu, ia semakin mengembangkan lukisan alegoris—figur perempuan bersayap seperti malaikat, yang menjadi ciri khasnya.


Akhir hidupnya bagaimana?

Setelah sukses sebagai pelukis dan dikenal juga sebagai "Bapak Kamuflase," Thayer memilih hidup sederhana di Monadnock, Dublin, New Hampshire. Ia tetap melukis dan menulis, terutama tentang kamuflase hewan bersama putranya Gerald Handerson Thayer. Meski karier seninya gemilang, ia sepanjang hidup sering berjuang dengan depresi dan gangguan kesehatan mental (pada masanya disebut “melancholia”).

1910-an–awal 1920-an—Kesehatan fisiknya juga mulai menurun. Ia semakin banyak menghabiskan waktu di rumahnya, dikelilingi keluarga dan alam yang sangat ia cintai. Anak-anaknya, terutama Gladys dan Gerald, tetap mendampingi serta membantu karya-karyanya.

29 Mei 1921—Abbot Handerson Thayer meninggal dunia di Dublin, New Hampshire, pada usia 71 tahun. Ia dimakamkan tidak jauh dari tempat tinggalnya, dekat gunung yang selalu ia kagumi, Mount Monadnock.

Karya-karya lukisnya yang menampilkan figur malaikat dan perempuan bersayap tetap dikenang sebagai simbol spiritualitas, keindahan, dan perlindungan. Teorinya tentang countershading (pewarnaan alami yang membuat hewan tersamar) hingga kini dianggap sebagai kontribusi penting dalam sains biologi dan militer.

Jadi, akhir hidup Thayer bisa digambarkan sebagai masa tua yang tenang namun penuh perjuangan melawan penyakit, sampai ia wafat dikelilingi keluarga, meninggalkan warisan besar di dunia seni dan ilmu pengetahuan.

***

  • 12 Agustus 1849—Abbot Handerson Thayer lahir di Boston, Massachusetts.
  • Ayah: Dr. William Henry Thayer (dokter).
  • Ibu: Ellen Handerson Thayer.
  • 1850-an—Keluarganya pindah ke Keene, New Hampshire, tempat Thayer kecil mulai mengamati burung dan alam sekitar.
  • 1875—Thayer menikah dengan Kate Bloede (anak penulis Jerman-Amerika, Marie Bloede).
  • Mereka memiliki beberapa anak, di antaranya:
      1. Mary Thayer (lahir sekitar akhir 1870-an).
      2. Gladys Thayer (1876–1959), kelak juga jadi pelukis.
      3. Gerald Handerson Thayer (1883–1939), penulis & seniman, bekerja bersama ayahnya.
  • 1890-an–awal 1900-an—Thayer membesarkan keluarganya di Monadnock, Dublin, New Hampshire, hidup sederhana di alam pegunungan. Ia sering melibatkan anak-anaknya dalam kegiatan seni maupun penelitian tentang kamuflase hewan.
  • 1891—Istri pertamanya, Kate Bloede Thayer, meninggal dunia karena penyakit (kemungkinan TBC).
  • 1893—Thayer menikah lagi dengan Emma Beach, putri Moses S. Beach (pemilik New York Sun). Emma kemudian menjadi pendamping hidup sekaligus pendukung karya-karya Thayer.

Siapa itu Abbot Handerson Thayer?

*Beberapa karya Abbot Handerson Thayer bisa kalian lihat di sini: gambarmilikorang.blogspot.com


Abbot Handerson Thayer

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)